Hadisti mengerucutkan bibirnya, lalu mengaitkan jemarinya di pinggang Elang dengan manja. "Aku cuma kangen sama kamu, Mas. Kalau aku tidak bilang sakit, kamu pasti tidak mau datang dan malah asyik sama istri kamu di rumah."Mendengar pengakuan itu, wajah Elang seketika berubah merah padam. Amarah yang sejak tadi tertahan langsung meluap."Kamu gila ya?" gertak Elang kasar, menghentakkan tangan Hadisti hingga terlepas dari tubuhnya. "Kamu tahu tidak situasi Mas sedang genting? Mas harus mengurus bisnis yang hampir hancur dan harus membujuk Alina malam ini! Tapi kamu malah main-main hanya karena cemburu tidak jelas!"Hadisti terkejut melihat reaksi Elang yang teramat keras. Matanya berkaca-kaca, berganti kesal. "Kamu kok malah membentak aku sih, Mas? Biasanya juga kamu bakal langsung memeluk aku! Kenapa belakangan ini pikiran kamu cuma Alina, Alina, dan Alina terus? Kamu sudah mulai suka sama wanita itu, iya?""Jangan bicara sembarangan!" potong Elang tajam. "Mas ke sini karena mengira
Last Updated : 2026-09-07 Read more