Alina memandang Dewa dengan raut tidak enak hati. "Itu... telepon penting, Wa? Kalau kamu ada urusan penting, tidak apa-apa tinggalkan aku sebentar di sini. Ada perawat yang jaga." Dewa menggelengkan kepala secara tegas. "Tidak ada urusan yang lebih penting daripada memastikan keamanan dan keselamatanmu di sini, Alina. Dinda sudah dewasa, dia bisa mengurus dirinya sendiri." "Dinda?" "Ya, dia sepupuku, Alina." "Oh dimana dia, Wa? kenapa aku ngga kenal? apa belum pernah diajak ke pertemuan keluarga kita sebelumnya?" Alina seketika teringat kalau dia baru tau ibu Elang dan Dewa berbeda. Alina menatap Dewa yang sangat santai, tapi pria itu tak pernah cerita tentang hal itu kalau Alina tidak tahu dari Elang secara tak direncanakan. "Dinda tidak dekat dengan keluarga Mas Elang, Lin. Tentu wajar kalian belum pernah bertemu, dia sepupu dari ibuku. Ah, maaf, aku belum cerita kalau mungkin kamu sudah tau? aku dan Mas Elang beda ibu." Alina tersenyum kaku. "Tidak apa-apa, kamu berhak
Last Updated : 2026-09-15 Read more