Setelah seluruh tanda tangan selesai dibubuhkan, Pak Kusuma merapikan berkasnya dan berdiri. "Kalau begitu, saya mohon pamit dulu Pak Dewa, Bu Alina. Saya harus segera menuju ke Pengadilan Agama dan Polda untuk mengawal proses hukum ini secara langsung." "Terima kasih banyak, Pak Kusuma. Tolong kabari saya setiap ada perkembangan dari Polda," ujar Dewa seraya berjabat tangan erat dengan pengacara senior tersebut. "Siap, Pak Dewa. Mari," pamit Pak Kusuma sebelum melangkah menuju mobilnya yang terparkir di luar pagar. Setelah mobil Pak Kusuma menghilang di balik pagar, suasana teras kembali hening. Dewa memutar posisinya menghadap Alina. Ia mengulurkan tangannya, merengkuh jemari Alina yang berada di atas meja, lalu menggenggamnya hangat. "Kamu luar biasa hari ini, Alina," puji Dewa halus, matanya menatap dalam ke dalam mata Alina. Alina merasakan debaran hangat di dadanya. "Ini semua karena kamu selalu ada di sampingku, Dewa. Kamu yang memberiku keberanian untuk melawan."
Last Updated : 2026-09-26 Read more