Tak butuh waktu lama, sedan milik Kenzo sudah terparkir mulus di pelataran gedung NTV.Begitu menginjakkan kaki di lantai marmer lobi, ia langsung menyambungkan panggilan telepon ke Ellena.“Bu, saya sudah sampai di lobi.”“Langsung naik ke atas, Ken. Saya tunggu di ruangan.”“Baik, Bu.”Kenzo mengantongi ponselnya kembali, lalu mengayunkan langkah lebar menuju jajaran lift executive.Denting halus menandai berhentinya lift di lantai teratas. Pintu stainless bergeser terbuka, dan Kenzo bergegas memangkas jarak menuju ruang kerja atasannya.Tok. Tok.“Masuk.”Kenzo mendorong pintu tebal itu. Ellena tampak sudah berdiri anggun di sisi meja kerjanya, menyandang sebuah handbag bermerek di lengan.“Barang-barang kamu sudah siap?”“Sudah, Bu.” Kenzo mengangguk patuh, meski guratan bingung masih terpatri di wajahnya. “Tapi jujur... saya masih bingung untuk apa kita ke Italia?"Ellena menatapnya sekilas, memilih mengabaikan raut penasaran itu.“Nanti saya beberkan semuanya di perjalanan. Yang
Last Updated : 2026-09-20 Read more