Setelah menempuh penerbangan lintas benua yang memeras tenaga, roda-roda pesawat yang membawa Ellena dan Kenzo akhirnya menyentuh landasan Bandara Milan Malpensa, Italia.Begitu jet besar itu melambat di runway, Ellena menghembuskan napas lega yang panjang. Tubuhnya terasa kaku dan pegal akibat terperangkap belasan jam di dalam kabin. Ia menyandarkan punggungnya, lalu mengusap pelan perutnya.“Kita udah sampai, Bu,” bisik Kenzo lirih seraya mencuri pandang ke sisinya.Ellena menoleh, mengulas anggukan tipis.“Iya.”Denting tanda kenakan sabuk pengaman mati, dan para penumpang mulai memadati lorong. Kenzo berdiri sigap merengkuh bagasi kabin mereka dari kompartemen atas, sementara Ellena menunggu dengan sabar sampai kerumunan sedikit terurai.“Pelan-pelan aja, Bu,” wanti Kenzo begitu mereka melangkah menyusuri garbarata. “Nggak usah buru-buru, jalan santai aja.”Mereka mengekor alur petunjuk arah menuju konter imigrasi. Setelah berdiri dalam barisan antrean beberapa saat, Ellena dan K
Last Updated : 2026-09-21 Read more