Malam kian larut usai siaran berita memungkas penayangannya. Tanpa membuang waktu, Irfan langsung mengemas barang-barangnya, bersiap menuju alamat yang dikirimkan Manora.Entah mengapa, pijakan kakinya malam ini terasa jauh lebih ringan. Binar di matanya tampak begitu berseri—sebuah kejanggalan yang tak luput dari pengamatan Halim saat melintas di koridor redaksi."Sumringah amat, Fan. Ada angin segar dari mana, nih?" celetuk Halim, menaikkan alisnya.Irfan hanya menyunggingkan senyum hangat, menutupi desiran halus di dadanya. "Nggak ada apa-apa, Lim. Cuma lagi pengin cepat sampai rumah saja."Halim sama sekali tak menaruh curiga. Ia mengangguk-angguk maklum sembari merapikan tumpukan berkas di mejanya. "Ya sudah kalau begitu. Hari makin malam, hati-hati di jalan.""Sip, berangkat dulu."Irfan bergegas melangkah menuju area parkir.Tak berselang lama, sedannya bergulir perlahan meninggalkan pelataran gedung NTV, menyusup membelah kemacetan jalanan ibu kota yang masih berdenyut.Sepanj
Last Updated : 2026-09-04 Read more