"Wah, kelihatan cerah banget pagi ini, Fan." Halim menyunggingkan senyum hangat, berpura-pura santai.Irfan benar-benar gagal mengunci raut bahagianya. "Iya, nih. Habis quality time sama keluarga. Jadi energinya masih berasa banget."Halim mengangguk-angguk, mempertahankan senyumnya. Namun di dalam hati, ia tahu rekan kerjanya itu sedang melempar dusta. Bukankah baru beberapa jam berselang Maya mengirim pesan padanya sambil menahan cemas, menyebut suaminya tak menjejakkan kaki di rumah sepanjang malam?Tetapi pagi ini, Irfan melangkah masuk membawa aura ceria dan mengaku baru saja bersenda gurau dengan keluarga.Keluarga yang mana?"Oh... pasti habis kumpul sama sanak saudara yang dari kampung, ya?" pancing Halim santai.Kening Irfan seketika berkerut bingung. "Hah? Saudara dari kampung? Maksudmu gimana, Lim?""Soalnya istrimu menanyakan keberadaanmu sama saya, fan," sahut Halim tenang. "Katanya kamu nggak pulang ke rumah."Simpul senyum berseri di wajah Irfan seketika luntur tanpa si
Last Updated : 2026-09-06 Read more