Malhera melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka.“Justru karena kamu udah beristri, aku malah makin penasaran.” Tatapannya terkunci pada Mahesa, tajam dan menuntut. “Cara kamu ngebela Ellena waktu itu... jujur, susah banget dibuang dari ingatan aku. Kamu bener-bener bikin aku gila, Mas.”Mahesa tak bergeming. Dari balik matanya yang dingin, ia mencoba membaca ke mana arah permainan wanita di hadapannya ini.“Kalau itu mau kamu...” suara Mahesa terdengar berat, hampir berupa bisikan. “Ayo kita bermain api.”Binar di mata Malhera seketika berubah. “Kamu serius, Mas?”“Ya.” Mahesa mengangguk perlahan. “Kita sama-sama paham bisnis. Mungkin itu alasan kenapa kita bisa terasa cocok.”Senyum Malhera mengembang tipis. “Apapun alasannya, aku seneng kamu menyambut ini, Mas.”Tanpa ragu, Malhera maju selangkah lagi, mendaratkan kecupan singkat namun lembut di bibir pria itu.“Aku balik dulu. Jangan lupa, agenda kita ke Milan.”Ia berbalik, membiarkan bunyi tumit sepatunya bergema pe
Last Updated : 2026-09-11 Read more