“Katanya boleh, asal hati-hati. Dan aku akan melakukannya pelan-pelan untuk kalian berdua, Kaira.” “Ke-kenapa Mas Kaisar tanya hal begitu ke dokter Sofia?” “Biar lebih jelas, ‘kan ….” jawabnya gamblang. Kaisar tersenyum di depan kedua kaki Kaira yang terbuka, membiarkan gadis itu sepenuhnya tak berkutik saat ia merendahkan posturnya. Wajah Kaisar terbenam di antara lipatan paha Kaira, dan sambaran lidahnya yang basah dan hangat seketika meluncur, menggelitik pada titik paling peka di bawah sana. “Ahh—sst, Mas, pelan ....” rintih Kaira, jemarinya mencengkeram kuat helaian rambut hitam Kaisar, menjambaknya dengan frustrasi saat kecupan bertubi-tubi berpadu dengan hisapan itu menjajah pusat kewanitaannya. Sentuhan lidahnya terlampau liar, mengeksplorasi, menjilat melingkar, hingga menciptakan desah yang berusaha Kaira tahan mati-matian. “Ahh—!” Kaira melengkungkan punggungnya menjauhi ranjang, sekujur urat nadinya gemetar hebat menerima perlakuan ini. Meski sempat melarangnya, ta
Última atualização : 2026-09-06 Ler mais