Aroma gurih semur daging dan sambal goreng ati buatan Ibu menyeruak ke seluruh penjuru ruang makan. Di meja kayu bundar yang biasanya hanya diisi dua orang, malam ini terasa sesak dan ramai. Piring-piring porselen berdenting beradu dengan sendok, diiringi gelak tawa yang renyah.Makan malam bersama antara keluarga Nala dan keluarga Axel sudah menjadi ritual bulanan yang tak boleh dilewatkan sejak mereka masih balita. Bagi kedua keluarga, tidak ada sekat pemisah. Pintu belakang rumah mereka bahkan sengaja dibiarkan tidak pernah dikunci."Ayo, Axel, ditambah lagi dagingnya. Ibu sengaja masak banyak karena tahu kamu habis latihan fisik di sirkuit," ujar Rika, ibu Nala, sambil menyodorkan mangkuk besar dengan senyum hangat."Terima kasih, Tante," jawab Axel sopan. Cowok itu menerima mangkuk tersebut, sangat kontras dengan pembawaannya yang dingin di kampus. Di depan orang tua Nala, Axel adalah sosok pemuda santun yang tahu tata krama."Lihat itu, Rika. Axel kalau di rumahmu malah makannya
Terakhir Diperbarui : 2026-07-16 Baca selengkapnya