Ruang perawatan VIP itu mendadak menjadi arena perdebatan yang hangat. Suara detak monitor jantung Axel berbunyi teratur, bersahut-sahutan dengan hembusan napasnya yang diusahakan tetap tenang. Meskipun bahu kirinya masih terbebat perban tebal dan selang infus menjulur di tangan kanannya, Axel mencengkeram tepi ranjang. Pria itu memaksakan tubuhnya untuk duduk tegak, menatap lurus ke arah Ayah Nala—Surya —dengan sorot mata yang hangat namun tak gentar sedikit pun. "Axel mungkin memang sering bikin Om gundah karena hobi balapan," ujar Axel dengan suara serak namun terdengar mantap. "Tapi Axel tidak akan pernah membiarkan Nala mengorbankan kebahagiaannya sendiri cuma karena tekanan Devan, Om." "Bukan cuma soal tekanan, Axel," sahut Ayah Nala, helaan napasnya terdengar berat meski raut wajahnya mulai melunak. "Devan itu punya jaringan hukum yang kuat. Om cuma tidak mau Nala atau pun keluarga kita terseret masalah yang rumit." "Harga diri dan kebahagiaan Nala tidak bisa di tukar d
آخر تحديث : 2026-09-13 اقرأ المزيد