Atmosfer kantin Fakultas Psikologi siang itu terasa berbeda dari biasanya. Bisik-bisik redup meluncur dari meja ke meja, di iringi lirik-lirik mata serba salah yang sesekali tertuju ke arah sudut ruangan. Di sana, Nala duduk termenung memandangi layar ponselnya yang mati, mengabaikan piring makan siangnya yang sama sekali tak tersentuh. Maya, yang duduk di hadapannya, mendesah pelan. "Nal, makan dulu sedikit. Dari kemarin kamu belum makan nasi dengan benar." "Aku tidak lapar, May," jawab Nala lirih. Suaranya hampir tenggelam oleh bisingnya suasana sekitar. Tepat saat itu, suara gelak tawa dari meja anak-anak jurusan sebelah terdengar agak keras, disusul oleh potongan kalimat yang langsung menyengat indra pendengaran Nala. "...beneran, Bro! Si Axel anak Teknik itu sekarang nempel terus sama Siska. Kemarin malam anak-anak lihat mereka di klub kawasan selatan sampai jam tiga pagi!" "Anjir, seriusan? Bukannya si Axel itu posesif banget sama Nala, tetangganya?" "Halah, masa lal
آخر تحديث : 2026-08-26 اقرأ المزيد