Dua hari telah berlalu sejak jeritan emosional Nala membelah pelataran Fakultas Psikologi. Dan selama dua hari itu pula, dunia Nala mendadak berubah menjadi sunyi yang asing. Tidak ada lagi suara deru mesin motor sport 600cc yang menderu keras di depan pagar rumahnya setiap pukul tujuh pagi. Tidak ada bunyi ketukan kerikil di kaca jendela kamarnya saat larut malam. Bahkan, aplikasi perpesanannya bersih dari nama AXEL—tanpa ancaman, tanpa introgasi, dan tanpa omelan posesif yang biasanya membanjiri layarnya. Axel memutus komunikasi secara total, seolah-olah lenyap ditelan bumi. "Nala? Kenapa melamun lagi?" Suara Maya memecah lamunan Nala di koridor kampus. Nala tersentak kecil, lalu buru-buru menyunggingkan senyum tipis. "Ah, tidak apa-apa, May. Cuma sedikit mengantuk," kilih Nala, mempererat dekapan bukunya di dada. Di satu sisi, Nala merasakan kebebasan yang luar biasa. Tidak ada lagi pertengkaran hebat yang menguras emosi, tidak ada lagi tatapan menuduh yang membuatnya mer
آخر تحديث : 2026-08-21 اقرأ المزيد