Nala merapatkan almamaternya saat hawa dingin AC ruang seminar menusuk pori-porinya. Tepuk tangan yang riuh terdengar menggema memenuhi ruangan, mengiringi senyum puas yang tersungging di bibir para dosen penguji. "Luar biasa," puji Dr. Hendra, memberikan gestur salut pada Nala dan Devan. "Kerja sama antar-fakultas ini sangat memuaskan. Nala, analisismu di bab tiga sangat tajam. Dan Devan, pengaturan referensi silang hukummu tak bercela. Kalian berdua mendapatkan nilai A-mutlak untuk proyek ini." "Terima kasih banyak, Pak Hendra," ujar Nala, membungkukkan badan penuh rasa syukur. Devan tersenyum sopan di sampingnya. "Terima kasih, Pak. Tapi semua ini berkat kerja keras dan pemikiran brilian dari Nala." Saat mereka keluar dari ruang seminar, Maya yang sejak tadi menunggu langsung menghambur memeluk Nala. "Selamat, Nala! Aku bangga banget sama kamu!" "Makasih, May," balas Nala lirih. Bukannya merasa euforia seperti yang biasa dia rasakan setelah ujian berat, sebuah rongga koso
آخر تحديث : 2026-08-23 اقرأ المزيد