Hari pertama Nala menjalani program magang di kantor perusahaan desain interior ternama itu berjalan begitu cepat. Suasana kerja yang dinamis, deretan draf maket, dan rekan-rekan tim yang ramah membuat Nala begitu bersemangat. Namun, tepat saat jarum jam dinding di area ruang kerja menunjukkan pukul empat lebih empat puluh lima menit sore, ponsel Nala di atas meja kayu bergetar nyaring. Nama 'Mas Axel ❤️' terpampang jelas di layar. Nala menyunggingkan senyum tipis, mengangkat ponsel itu lalu menempelkannya di telinga. "Halo, Mas Axel?" "Lima belas menit lagi jam lima sore, Nala," suara serak-basah Axel menggema rendah di ujung telepon, bernada tegas tanpa kompromi. "Aku sudah berada di dalam mobil, terparkir tepat di depan gerbang utama gedung kantormu. Rapikan barang-barangmu sekarang." Nala menggelengkan kepala pelan, rasa manis dan hangat membuncah di dadanya. Sifat protektif suaminya benar-benar bekerja sesuai jadwal. "Iya, Mas... Ini aku sudah mulai merapikan draf gambark
Last Updated : 2026-10-05 Read more