Pagi hari di kediaman Axel dan Nala dihiasi suasana yang amat berbeda. Jika biasanya rumah dua lantai itu terasa tenang dengan rutinitas pagi yang santai, hari ini tempat itu berubah menyerupai markas pengawasan tingkat tinggi. Nala, yang mengenakan sweater rajut longgar berwarna pastel, baru saja melangkah keluar dari kamar utama menuju tangga. Namun, baru tiga pijakan langkah yang diambilnya, sebuah suara serak-basah yang amat memikat namun penuh intonasi peringatan menggema dari bawah. "Nala, stop!" Nala menghentikan langkahnya seketika. Axel, yang mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung hingga siku, melangkah lebar menaiki tangga dua anak tangga sekaligus. Pria tegap itu langsung merangkul pinggang Nala, mengangkat tubuh mungil istrinya tanpa membiarkan kaki Nala menyentuh anak tangga berikutnya. "Mas Axel!" cicit Nala kaget, refleks mengalungkan kedua tangannya di leher tegap sang suami. "Aku bisa jalan sendiri, Mas. Kan cuma mau turun tangga ke meja makan." "Tid
Last Updated : 2026-10-12 Read more