"Oh iya, Wi. Gak jauh dari sini ada warung makan lesehan khas Sunda yang terkenal banget. Masakannya enak-enak, apalagi gurame bakar sama sambal dadaknya. Gimana kalau kita makan siang bareng di sana? Sekalian lanjut ngobrol, mumpung ketemu, kan."Bisma, yang sejak tadi menahan gejolak emosi di hatinya, buka suara."Mohon maaf, Nyonya," sela Bisma dengan nada suara seformal dan seprofesional mungkin, mencoba mengendalikan situasi. "Jadwal kita hari ini cukup padat. Setelah dari danau, kita harus segera kembali ke vila. Nyonya tidak diperbolehkan terlalu banyak berinteraksi di luaran oleh Tuan."Bisma sangat berharap alasannya cukup masuk akal agar Dewi menolak ajakan pria itu. Sayangnya, bukannya menolak, Dewi justru menoleh padanya dengan senyum tipis yang sulit diartikan."Ah, masih ada banyak waktu kok, Bisma. Tua bangka itu juga tidak akan tahu asal kamu tutup mulut," ujar Dewi santai. "Makan siang sebentar tidak akan makan waktu lama. Lagipula aku juga sudah agak lapar." Dewi
Last Updated : 2026-09-08 Read more