Bisma tersenyum tipis, menatap lekat ke arah Dewi yang sedang bersandar manja di dadanya. "Saya bukan pemain utamanya, Nyonya... Tapi Anda. Nyonya yang jadi pemeran utama di cerita ini."Dewi tertawa kecil, menepuk dada Bisma tanpa tenaga. Jauh di dalam lubuk hatinya, Dewi tidak ingin kebahagiaannya hilang. Dia ingin terus bisa bersama Bisma apapun kesulitan yang mereka hadapi kedepannya. "Bisma, kamu senang liburan bersama ku?" "Tentu saja. Meskipun bersama Nyonya, rasanya saya seperti sedang liburan bersama pacar.""Oh, begitu. Jadi aku bukan 'pacar' mu itu? Aku tidak sepenting itu di matamu?" ketus Dewi. Bisma terkekeh pelan. "Jangan merajuk, Nyonya. Saya hanya bercanda. Tentu saja Nyonya lebih penting dibandingkan sosok pacar atau apapun.""Baiklah, aku tidak merajuk lagi. Menurutmu, kalau kita menikah, kamu mau kita punya anak berapa?" tanya Dewi pelan. "Mungkin tiga, atau empat. Kalau Nyonya... Kira-kira ingin punya anak berapa dari saya?"Tidak ada jawaban dari Dewi. "Ny
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-02 Mehr lesen