"Salam kenal, Nyonya. Saya Bisma," ucap Bisma sambil membungkukkan badannya sekilas sebagai tanda hormat. "Dia akan mengawasimu lebih ketat dari Bimo. Sekali lagi kamu berani kabur, aku pastikan ibumu akan tinggal nama, Dewi." Heru memberikan ancaman sekaligus memperingati. Kalau biasanya Dewi akan langsung melawan, kali ini dia terlihat jauh lebih santai. Bukan murni karena ancaman Heru pada ibunya, tetapi dia sedang tidak ingin membuat masalah sementara waktu, sambil memikirkan cara lain. "Atur saja, Pak Tua. Aku sedang tidak berminat berdebat denganmu." Dewi menyahuti dengan santai. Heru berjalan mendekati Dewi. Bisma masih berdiri di tempatnya sambil mengawasi. "Padahal daripada berdebat, lebih baik kita bercinta, Dewi. Sekali saja kamu menuruti keinginanku, aku pastikan kamu menjadi istri yang paling bahagia di muka bumi ini," godanya, sambil membelai wajah cantik Dewi. Wanita itu langsung menepis tangannya. "Bermimpi saja kau, Pak Tua! Sampai kapanpun, kau ti
Last Updated : 2026-07-18 Read more