Keesokan paginya, matahari pagi muncul menghangatkan pelataran vila. Setelah sarapan, Dewi memantapkan niatnya untuk menjalankan rencana yang semalam dirumuskannya demi melindungi Bisma dari mata-mata Jio.Saat Bisma tengah merapikan perlengkapan di dekat pintu depan, Dewi melangkah mendekat dengan hati-hati.“Bisma...” panggil Dewi pelan.Bisma menoleh, menatapnya dengan sorot mata begitu lembut. “Ada apa, Nyonya?”Dewi menarik napas pelan, mencoba merangkai kata senatural mungkin agar Bisma tidak curiga. “Pagi ini... aku berencana pergi sebentar keluar bersama David. Dia mengajakku jalan-jalan ke kebun sayuran organik di dekat sini.”Mendengar nama David disebut, raut wajah Bisma langsung berubah seketika. Insting posesif dan jiwa pelindungnya langsung bergejolak. Tanpa pikir panjang, Bisma langsung menegakkan tubuhnya.“Kalau begitu, saya akan bersiap dan mengawal kalian dari dekat,” ucap Bisma tegas, nada suaranya menyiratkan ketidaksetujuan.“Jangan, Bisma,” cegah Dewi cepat, m
Last Updated : 2026-09-13 Read more