"Terlalu enak? Apa Nyonya ingin yang lebih enak lagi?" tanya Bisma, dengan memperpendek jarak di antara wajah mereka. Hingga Dewi bisa merasakan kehangatan embusan napas sang bodyguard. "Ma-maksud kamu apa?" Dewi mendadak. Waspada. Dia memang selalu memancing Bisma, tetapi tetap saja nyalinya ciut setiap lelaki itu lebih berani darinya. "Sarapan, Nyonya. Nyonya lagi mikir apa, sih?" Bisma terkekeh, menjitak jidat Dewi, lalu meninggalkan wanita itu di atas meja makan, dan menghampiri area memasaknya. Lelaki itu mulai menata masakannya ke atas piring. Piringnya hanya satu, dengan satu sendok. Bisma membawa makanan hasil masakannya ke Dewi, menyendok satu sendok, meniupnya, dan menyuapkannya ke mulut Dewi. "Enak, kan, Nyonya?" Dewi tidak langsung menjawab. Dia justru mengunyah makanan di mulutnya lebih lama. "Setelah aku merasakan masakanmu, tetap ciuman kamu yang lebih enak," canda Dewi sambil tertawa. Daripada menanggapi, Bisma lebih memilih menyuap spaghetti buatannya, dan meny
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-29 Mehr lesen