Suasana di dalam bunker terasa semakin pekat dan menekan begitu pintu besi tebal itu terkunci rapat dari luar. Bisma menggenggam erat gagang kayu dari cambuk kulit hitam yang berada di tangannya. Matanya menatap Heru dengan pandangan penuh amarah yang tertahan selama bertahun-tahun, siap melampiaskan seluruh dendam darah atas kematian Amira dan penderitaan wanita yang dicintainya.Namun, sebelum Bisma mengayunkan langkahnya, sebuah tangan lembut mendarat pelan di atas lengan kanannya.Bisma menoleh dan mendapati Dewi sudah berdiri sejajar di sampingnya. Wajah wanita itu terlihat sangat tenang, namun matanya memancarkan ketegasan yang belum pernah Bisma lihat sebelumnya."Bisma... biarkan aku yang memegang cambuk itu," kata Dewi dengan suara pelan tetapi sangat mantap.Bisma sempat ragu sejenak. Ada rasa khawatir yang terbayang di matanya, takut jika melihat benda itu kembali akan membuka luka trauma lama di dalam jiwa Dewi. Namun, saat Bisma menatap lurus ke dalam manik mata Dewi,
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-22 อ่านเพิ่มเติม