Suara gemuruh mesin pesawat komersial Boeing 777 perlahan mereda sewaktu roda-roda besinya menyentuh landasan basah Bandara Heathrow, London. Hujan gerimis tipis menyambut kedatangan mereka, membias cahaya lampu kota yang membiru di balik jendela oval pesawat.Maya menghela napas panjang—sebuah helaan napas yang terasa paling ringan dan lega dalam seluruh perjalanan hidupnya. Di sampingnya, Pak Wijaya duduk mengelus lembut lengan kursi rodanya dengan senyum penuh ketenangan, sementara Bik Darti dengan sigap menata selimut tebal yang membalut tubuh mungil bayi Arka."Kita sudah sampai, Maya," ujar Devan halus dari kursi sebelah. Pria itu berdiri tegap, merapikan kemeja dan jas tebalnya, lalu menjangkau tas dokumen dari kabin atas dengan gerakan yang terlatih dan protektif."Ya, Devan," sahut Maya pelan. Matanya menatap lurus ke luar jendela, memandangi hamparan langit malam London. "Ini tempat di mana kita benar-benar memulai semuanya dari nol. Tanpa ancaman, tanpa dendam.""Kalian mel
Last Updated : 2026-10-01 Read more