“Kamu memiliki masa lalu yang menyedihkan, Farin,” kata Arlan membuatku menoleh padanya. Dia sungguh menyebalkan berani menilai masa laluku. Aku menunggu dia membuka suara kembali dengan penilaiannya tentang masa laluku. “Sudah tahu berbeda, kenapa mengenalkannya pada keluargamu. Itu sama saja menyakiti hatimu sendiri,” lanjutnya membuatku semakin kesal dengannya. “Aku tahu, aku bodoh dan aku buta dengan cinta. Aku menyayanginya dan sampai saat ini aku masih menyayanginya. Lalu, apa salah jika aku mengenalkannya pada keluargaku? Selama ini, dia yang selalu menemaniku. Asal kamu tahu, sejujurnya kamu tidak memiliki hak untuk menilai masa laluku. Seperti apapun masa laluku, itu milikku. Kamu dengan tidak sopannya menilai masa laluku,” sahutku yang langsung berlalu sedikit menjauh darinya. Aku d
Last Updated : 2026-09-17 Read more