Mobil sudah terparkir indah di depan kafe bunda, aku turun bersama dengan Arlan. Pria itu menyodorkan lengannya dan aku pun menerimanya. Aku memeluk lengan kiri Arlan dan berjalan masuk ke kafe milik Bunda. Aku berdiri di depan kasir bersama Arlan. Seperti biasa, bagian kasir itu masih mengantar pesanan ke belakang untuk diproses. Aku menunggu bersama Arlan dan saat karyawan itu kembali, aku tersenyum. Aku melepas lengan Arlan saat karyawan itu ada di depanku.“Bunda belum ke sini, Mbak?” tanyaku pada karyawan itu.“Tadi bilangnya sih, jam makan siang ke sini Mbak. Juga sudah bilang kok katanya ada Mbak Farin sama suaminya. Ini suaminya, Mbak?” tanya karyawan itu. Aku hanya mengangguk saja.“Mau pesan seperti biasa ya, Mbak, makan loh ya bukan dessert,” kataku pada karyawan itu.“Siap Mbak. Minumnya berarti jus melon, Mbak? Bukan amerikano?” tanyanya yang kubalas anggukan saja.“Mas, pesan apa?” tanyaku pada Arlan
Last Updated : 2026-09-22 Read more