Hanggara tiba-tiba menoleh ke samping, menangkap basah Savana yang sedang menatapnya lekat-lekat dengan seulas senyum kecil menghiasi bibir ranum wanita itu.Alis tebal Hanggara terangkat sebelah. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu, Savana?" tanyanya dengan suara bariton yang rendah.Savana mengerjap pelan, sedikit salah tingkat karena ketahuan. "Tidak apa-apa, Dokter. Hanya saja, jarang-jarang saya melihat Dokter bisa bersikap setenang ini. Biasanya, Dokter selalu terlihat begitu liar, dominan, dan agresif."Sudut bibir Hanggara terangkat membentuk sebuah seringaian maut yang sarat akan makna terselubung. "Oh, begitu. Jadi, rupanya kamu lebih menyukai sisi liar dan agresif saya, ya?"Mendengar nada suara Hanggara yang berubah drastis menjadi penuh ancaman manis, mata Savana membelalak panik. "B-bukan begitu maksud saya, Dokter! Bukan itu__"Belum sempat Savana merampungkan kalimat protesnya, Hanggara sudah melangkah maju dengan cepat, memangkas jarak hingga punggung Savana membentur
Last Updated : 2026-08-01 Read more