Savana dituntun oleh salah satu pelayan menyusuri koridor megah berpenerangan remang, hingga berhenti di depan sebuah pintu ganda berukir indah. Pelayan itu membukakan pintu sedikit, lalu menunduk sopan."Silakan masuk, Nona," bisiknya halus.Dengan gaun merah marun yang membungkus indah tubuhnya serta riasan yang memoles sempurna wajah cantiknya, Savana melangkah masuk dengan canggung. Di dalam ruangan bernuansa hangat itu, tampak Hanggara sedang duduk berwibawa di atas sofa kulit. Pria itu tampak sangat gagah mengenakan setelan jas hitam yang dipotong pas badan.Begitu mendengar derap langkah Savana, Hanggara menoleh. Sorot matanya yang biasanya dingin seketika terkunci, terpana menatap penampilan Savana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Napas pria berkuasa itu sempat tercekat sejenak.Hanggara perlahan beranjak berdiri. Sambil melangkah mendekat, ia bergumam rendah dengan suara serak yang seksi, "Sudah kuduga, kamu sangat cantik, Savana."Tanpa memberi jeda, Hanggara merengkuh p
Last Updated : 2026-08-09 Read more