Asha menunggu Angkasa di kamar mereka sesuai kata Ketua BEMnya, namun sudah siang tetapi pria itu belum juga muncul batang hidungnya. Mana perut Asha sudah keroncongan."Makan siang dulu deh," ujar gadis itu. Ia beranjak dari sofa ruangan santai, menuju dapur, kemudian menyiapkan wajan.Setelah menuangkan minyak dan memanaskannya, Asha menuangkan lima potong nuget ke dalam wajan.Bersamaan saat ia menggoreng, ponselnya bergetar. Asha melirik layarnya dan ternyata sebuah pesan masuk dari Mr. Anonim."Minta laporan lagi nih pasti," ucap Asha, meraih benda pipih itu dengan satu tangannya.Asha mengetik balasan, melaporkan soal Angkasa pada si pengancam pertamanya itu. Meski laporan tersebut palsu, Asha tampak begitu fokus dan serius mengetik.Spatula di tangannya ia letakkan sebentar dan mengetik dengan dua ibu jarinya. Saking fokusnya pada layar, ia bahkan lupa memperhatikan wajan. Gadis itu bersandar santai di meja dapur.
Última actualización : 2026-08-27 Leer más