"Mau cium apa, Angkasha?" tanya Ketua BEMnya sekali lagi. Iris hitam pria itu menatap tajam dan dingin tepat ke manik cokelat Asha, membuat gadis itu menarik napas pelan.Otak Asha di saat yang bersamaan, bekerja keras mencari alasan cepat, tepat dan masuk akal.Asha merapatkan gigi ke langit-langit mulut lalu memaksakan senyum tipis."Itu, Kak… cium…"Jantung Asha berdegup makin kencang dan tak beraturan. 'Ayo, berpikir, Asha. Pikir sesuatu. Apa saja!'Lalu lampu pijar tak kasat mata muncul menyala di atas kepala Asha."Oh! Mau cium terong Kakak," lontar Asha.Namun, sadar kalimatnya berantakan dan tidak tertata rapi, ide yang muncul itu justru membuat Asha ingin membenturkan kepala ke meja.Kini, Asha membeku dalam hening yang menyergap canggung.Sementara itu, Angkasa perlahan mengangkat sebelah alisnya, membuat Asha panik dan segera meralat ucapannya."Eh! Maksud aku bukan cium terong Kakak!"Astaga. Kenapa malah semakin aneh ucapannya?Asha segera melanjutkan, "maksudnya cium aro
آخر تحديث : 2026-09-03 اقرأ المزيد