"Kenapa lihat ke bawah terus, Angkasha?"Asha spontan mendongak, kembali menatap iris hitam Angkasa dan menggeleng pelan. "En-nggak, Kak…"Pria itu menatapnya lekat selama beberapa detik. Tatapan datarnya membuat Asha didera kegugupan.Kemudian Angkasa mengangkat dagu, menunjuk ke arah meja belajar Asha."Kalau begitu, ambil hape kamu," kata Angkasa. Suaranya mengandung titah absolut."I-iya, Kak." Asha segera berbalik, berjalan cepat menuju sisi kiri kamar, mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja belajar, lalu kembali ke sisi kanan ruangan.Pria itu sudah mengambil sebuah tabung gambar berwarna hitam. Ia membuka tutupnya, kemudian menarik keluar beberapa lembar gambar yang tergulung rapi.Satu lembar dibentangkan di atas meja arsitektur. Lalu ia mengambil lembar lain dari tabung tersebut dan membentangkannya di atas gambar pertama.Gadis itu terpaku, matanya berpindah dari satu gambar ke gambar lainnya.Oh, sekarang Asha mengerti. Pantas saja pria itu terlihat begitu santai
Última actualización : 2026-08-31 Leer más