“Papa, kelakuan Papa ini sudah benar-benar keterlaluan,” protes Kalandra dengan raut wajah yang mendingin kaku.Chandra menyandarkan tubuhnya santai di kursi kebesarannya, menyesap anggur merah seraya menatap putra sulungnya dingin. “Diamlah, Son. Kalau kamu bisa diam dan nurut, posisimu di perusahaan akan tetap aman.”Suara Chandra terdengar tenang, tetapi rasanya seperti ujung mata pisau yang menusuk dan menghujam jantung Kalandra.Dulu, sebelum ambisi buta ayahnya merusak segalanya, hubungan Kalandra dan Arjuna sangat harmonis layaknya saudara kandung yang saling mendukung. Namun kini, Kalandra sudah benar-benar muak dengan perangai kedua orang tuanya. Hanya karena ketamakan akan harta dan kekuasaan, hubungan persaudaraan mereka hancur. “Aku sudah cukup diam selama bertahun-tahun ini, Pa!” tegas Kalandra, melangkah maju mendekati meja kerja ayahnya. “Papa sudah terlalu jahat sama Mas Arjuna! Mas Arjuna itu menderita sejak kecil, tapi kenapa Papa terus-menerus mengusiknya?!”Mata K
Last Updated : 2026-10-19 Read more