Suasana ruang tamu itu mendadak begitu senyap, menyisakan deru napas yang memburu dan isak tangis yang tertahan. Di bawah temaram lampu malam, keluarga kecil yang pernah hancur itu akhirnya bisa disatukan kembali. Jingga, yang duduk bersimpuh di samping ibunya dengan mata sembab, menatap lekat sang ayah. Suaranya bergetar lirih saat ia memecah keheningan, “Jadi... selama ini Bapak amnesia?”Aldi mengangguk pelan, sorot matanya menyiratkan kepedihan masa lalu yang teramat kelam. “Iya, putriku. Dalam kecelakaan pesawat maut itu, hampir seluruh penumpang tewas terbakar. Hanya Bapak satu-satunya yang terpental dan selamat. Seseorang menolong Bapak, dan keluarga baik hati itu merawat Bapak sampai sadar. Tapi... benturan keras di kepala membuat Bapak kehilangan seluruh ingatan, ditambah kelumpuhan total selama bertahun-tahun.”Tangisan Jingga akhirnya pecah seketika mendengar kisah pilu sang ayah. Sementara itu, Diana tetap bergeming di kursinya, membatu kaku dengan tatapan kosong, seolah
Last Updated : 2026-10-31 Read more