Karina mengerjap kaget, lalu spontan melirik ke arah Jingga. Suasana di antara mereka bertiga mendadak berubah canggung. Namun, mengingat jasa besar Abimana hari ini,tak ada alasan bagi mereka untuk menolak.Akhirnya, dengan rasa serba salah sekaligus canggung, Jingga dan Karina menuruti permintaan Abimana. Ketiganya berjalan menuju sebuah restoran ayam yang tak jauh dari pertokoan di sana. Setelah makan, percakapanpun mengalir. Tatapan Abimana tertuju pada Jingga bahkan sejak mereka duduk bersama. “Bagaimana kabarmu?” Abimana bertanya pada Jingga dengan suara rendah bernada perhatian. Jingga menelan salivanya beberapa kali. Ia merasa suasana mendadak canggung. Ia kehilangan banyak kata-kata. Namun, ketika Karina menendang ujung sepatunya di kolong meja, barulah Jingga merespon mantan kekasihnya. “Oh, aku baik,” jawab Jingga seperlunya. “Aku … senang kamu baik, Gia.” Abimana melanjutkan. “Kuliahmu? Pasti kamu lagi sibuk nyusun ya?”Jingga menahan napas sesaat. Namun, ia berusaha
Last Updated : 2026-10-25 Read more