Dinding ruang kerja Juragan Haris terasa mencekam. Di balik meja jati ukirnya, Haris mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih, menatap layar ponsel yang menampilkan video viral ruko Aris. Amarah mencengkeram dadanya—rencana sabotase pagi tadi tidak hanya gagal, tetapi justru melambungkan nama mantan saingannya itu.Dengan napas memburu, Haris menempelkan ponsel ke telinganya."Margo," ucap Haris, suaranya dingin dan tanpa ampun. "Bakar dapur mereka malam ini. Buat seolah-olah kecelakaan tabung gas meledak. Jangan sampai ada yang tersisa."Di balik pintu kayu yang sedikit terbuka, Annisa berdiri membeku. Jantungnya berdegup kencang, tangannya gemetaran menahan napas agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Kata-kata suaminya menghantam dada Annisa bagaikan palu berat. Haris benar-benar ingin membunuh Aris.Tanpa membuang waktu, Annisa berjinjit mundur, lalu berlari tanpa suara menuju kamarnya di ujung lorong. Dengan tangan gemetar, ia menutup pintu kamar, menyandarkan p
최신 업데이트 : 2026-09-01 더 보기