Partager

BAB 6

Auteur: Tekyuu
last update Date de publication: 2026-08-21 13:05:25

"Jika keluarga San Diego membutuhkan aliansi pernikahan hanya untuk mempertahankan margin keuntungan divisi kosmetik di Eropa Tengah, maka aku adalah CEO paling tidak kompeten yang pernah memimpin perusahaan ini," ujar Nael santai, memutar-mutar gelas kristal berisi air mineral di jemarinya tanpa sedikit pun riak kegelisahan.

Nada suaranya datar, tetapi sanggup menyayat keheningan kaku yang melingkupi ruang makan utama Neuilly-sur-Seine. Di ujung meja, Bibi Beatrice menyandarkan punggungnya den
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 6

    "Jika keluarga San Diego membutuhkan aliansi pernikahan hanya untuk mempertahankan margin keuntungan divisi kosmetik di Eropa Tengah, maka aku adalah CEO paling tidak kompeten yang pernah memimpin perusahaan ini," ujar Nael santai, memutar-mutar gelas kristal berisi air mineral di jemarinya tanpa sedikit pun riak kegelisahan.Nada suaranya datar, tetapi sanggup menyayat keheningan kaku yang melingkupi ruang makan utama Neuilly-sur-Seine. Di ujung meja, Bibi Beatrice menyandarkan punggungnya dengan napas memburu akibat kejengkelan yang meluap. Namun, berbeda dari dugaan siapa pun, Aghata De la Tour tidak sedikit pun menundukkan kepalanya. Gadis sosialita itu justru menegakkan punggungnya, menatap Aluna dengan dagu terangkat tipis dan sudut bibir yang mengukir senyum meremehkan.Aghata tahu persis siapa dirinya. Sebagai putri tunggal dinasti kosmetik De la Tour dengan garis keturunan bangsawan lama Paris, posisinya jauh lebih tinggi dibandingkan seorang wanita biasa berbalut gaun sutra.

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 5

    "Aku tidak butuh persetujuanmu, Aluna.""Tapi aku belum siap!" suara Aluna bergetar hebat, napasnya memburu dramatis. "Ini keluarga besar San Diego! Bukankah seharusnya kau memberiku waktu untuk beradaptasi dulu? Aku bahkan belum menghafal silsilah keluargamu atau tata krama makan malam mereka!"Aluna menggenggam lengan jas Nael, tatapannya memohon penuh kegugupan. "Tolong, Nael... batalkan untuk malam ini. Berikan aku waktu beberapa hari,"Nael menggenggam pergelangan tangan Aluna, menatap lurus ke dalam manik mata perempuan yang kini resmi menjadi istrinya itu dengan dominasi mutlak."Tidak ada pembatalan," potong Nael dingin, tak tergerak sedikit pun oleh kepanikan Aluna. "Kau adalah Nyonya San Diego sekarang. Berdirilah di sampingku dan jalankan peranmu."**Mobil sedan hitam Nael meluncur membelah kegelapan malam Kota Paris menuju kawasan elit Neuilly-sur-Seine.Di kursi penumpang, Aluna meremas ponsel pribadinya di bawah pangkuan. Pikirannya kalut membayangkan Rafael yang mungkin

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 4

    "M-maaf Tuan Nael, kami masih menunggu penyesuaian dari tim auditor independen pagi ini..."Sebelum ketegangan itu membakar ruangan lebih jauh, Aluna melangkah maju satu langkah secara halus. Tanpa instruksi, dengan keanggunan profesional yang luar biasa, ia menyodorkan sebuah dokumen cetak berlaminasi tipis tepat di samping jemari Nael."Dokumen validasi auditor independen sudah keluar pukul delapan lima puluh pagi ini, Tuan," sela Aluna dengan nada suara yang sangat tenang, jernih, dan terukur. "Deviasi disebabkan oleh kenaikan tarif retribusi pelabuhan lokal. Saya sudah melampirkan lembar skenario mitigasi biaya di halaman tiga untuk persetujuan Anda."Nael mengalihkan pandangannya dari layar proyektor ke dokumen di mejanya, lalu menatap Aluna selama dua detik.Di mata pria itu, terpancar rasa percaya yang mutlak. Aluna tidak hanya bekerja; ia selalu membaca arah pikiran Nael dua langkah di depan orang lain. Tanpa Aluna, rapat ini bisa berubah menjadi ladang pembantaian profesional

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 3

    "Kau membawa dokumen kependudukan yang kuminta semalam?"Suara bariton Nael memecah keheningan di dalam mobil sedan hitam yang terparkir di tepi jalan Rue de Cortambert. Pria itu tampak sangat rapi dengan setelan jas abu-abu gelap, jemarinya mengetuk kemudi dengan ritme teratur.Aluna mengangguk pelan, meremas tas tangannya di atas pangkuan. "Semua sudah ada di dalam map, Nael."Nael melirik jam tangan peraknya sekilas. "Bagus. Petugas Mairie sudah menunggu di dalam. Kita punya waktu tiga puluh menit sebelum aku harus memimpin rapat direksi."Aluna menatap bangunan Mairie du 16e arrondissement di hadapannya. Langit Paris pagi ini diselimuti kabut tipis, menghembuskan udara dingin yang menusuk hingga ke balik mantel tebalnya.Tidak ada gaun pengantin putih berenda. Tidak ada karangan bunga mawar. Bahkan tidak ada kerabat atau sahabat yang mendampingi."Mari masuk," ajak Nael singkat seraya membuka pintu mobil.Aluna menyulut napas panjang, melangkah mengekor di belakang punggung tegap

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 2

    "Aku... aku akan memutuskan hubungan dengannya," cicit Aluna."Kapan?"Aluna menunduk, menatap uap tipis yang membumbung dari cangkir kopi hangatnya. "Secepatnya.""Aluna!" tegur Moly dengan nada tertahan, cemas sekaligus tidak percaya. "Kau gila, ya?""Aku serius, Moly. Aku akan bicara baik-baik padanya."Moly bersandar kembali ke kursi kayu, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Aluna penuh keprihatinan."Kau baru satu bulan berpacaran dengan budak cinta manis itu, Aluna. Tapi jujur padaku... apa kau sudah punya rasa padanya?"Aluna menggigit bibir bawahnya erat. Jarinya sibuk mengusap gagang cangkir yang hangat."Bukan begitu...""Lalu apa?"Aluna menghela napas panjang, sebuah beban berat terasa menghimpit dadanya. "Rafael membuatku merasa dihargai. Dia membuatku bahagia."Moly memiringkan kepalanya, menatap Aluna dengan pandangan menohok. "Lalu Nael?""Nael adalah pria yang kucintai selama lima tahun terakhir," jawab Aluna jujur tanpa keraguan sedikit pun.Moly menatap s

  • Suamiku CEO, Pacarku Anak Magang   BAB 1

    "Aluna, menikahlah denganku."Pulpen hitam di tangan Aluna mendadak berhenti bergerak.Satu detik.Dua detik.Tiga detik.Ia masih berdiri membeku di depan meja kerja jati milik Nael San Diego, merengkuh map laporan keuangan cabang Eropa di dada. Pria di hadapannya bahkan tidak sudi mengangkat kepala. Tatapan matanya yang dingin tetap terpaku pada lembar angka yang sejak lima menit lalu diperiksanya. Di balik jendela kaca besar lantai dua belas, lanskap kota Paris yang diselimuti kabut tipis musim gugur membentang luas, tetapi kehangatan di ruangan itu seolah lenyap seketika.Aluna berkedip lambat. Mengumpulkan kesadarannya yang meraba-raba kekosongan.Mungkin desis pendingin udara kantor yang menghembuskan angin dingin Paris membuat pendengarannya terganggu."Maaf, Tuan Nael?" bisik Aluna, suaranya serak bergetar.Nael membalik halaman dokumen dengan gerakan santai. Suara gesekan kertas kraf terdengar begitu keras di ruangan kedap suara itu."Aku bilang, menikahlah denganku."Jantung

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status