Pintu mobil sedan hitam milik Leon tertutup rapat, meredam bisingnya suasana luar rumah sakit. Di dalam kabin yang sejuk dan terisolasi itu, Melia duduk di kursi penumpang depan dengan menyilangkan kedua tangannya di dada. Wajahnya menekuk, memasang raut sangat jutek dan penuh kecurigaan.Melia menoleh sekilas ke arah Leon yang sedang duduk santai di balik kemudi, lalu melemparkan tatapan dingin."Untuk apa kau membawaku ke dalam mobilmu?" tanya Melia dengan nada suara tinggi dan ketus. "Cepat katakan, apa sebenarnya yang kau inginkan dariku sekarang?"Leon mematikan mesin mobil, lalu memutar tubuhnya sedikit menghadap ke arah Melia. Wajah pria itu tampak sangat tenang, berbeda jauh dengan Melia yang dipenuhi emosi."Tenangkan dirimu dulu, Melia," jawab Leon pelan. "Aku membawamu ke sini agar kita bisa bicara tanpa ada telinga yang mencuri dengar. Tempat ini jauh lebih aman daripada kamar rawat murahan tadi."Melia tertawa hambar, suara tawanya terdengar penuh kepahitan. "Aman? Kau bi
Última actualización : 2026-08-30 Leer más