Ancaman Darius menggemakan teror di seluruh ruang terminal Swiss. Melihat ayahku dikelilingi oleh para paramiliter di fasilitas medis itu, refleks pertamaku adalah menahan napas dalam kengerian. Tangan kananku mencengkeram erat pinggiran konsol hingga buku-buku jari memutih.Namun, sebelum rasa panik sempat meracuni pikiranku, kudengar suara dengusan pelan dari dada Sebastian. Aku mendongak dan menatap wajah suamiku.Alih-alih memancarkan kepanikan, mata obsidian Sebastian justru berkilat oleh kilau arogansi. Seringai dingin dan mematikan kembali melengkung di bibirnya. Lengan kekarnya merengkuh pinggangku, menarikku merapat."Tatap layarnya baik-baik, Ratuku," bisik Sebastian, nadanya memancarkan rasa hormat yang langka. "Saudaraku yang sosiopat ini mengira ia sedang menjebak seekor domba. Padahal, dia baru saja mengunci dirinya sendiri di dalam kandang singa."Keningku berkerut. Aku mengembalikan pandanganku pada layar monitor.Di dalam video transmisi itu, Darius masih tersenyum po
آخر تحديث : 2026-10-18 اقرأ المزيد