Nindy tidak langsung menjawab permintaan tersebut, ia menatap Rania lama sekali, mencoba mencari jawaban di dalam dirinya sendiri sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu, karena permintaan sesederhana itu justru terasa jauh lebih berat dibanding pertanyaan-pertanyaan besar yang selama ini ia lontarkan ke Rania."Aku pikirin dulu, Rania," jawab Nindy pelan, suaranya lelah namun tidak menolak secara tegas, "bukan berarti nggak boleh, tapi aku butuh waktu buat mikirin ini juga."Rania mengangguk, menerima jawaban tersebut tanpa memaksa lebih jauh, kemudian ia berpamitan dan melangkah keluar dari apartemen tersebut dengan langkah yang jauh lebih ringan dibanding saat ia datang, seolah beban yang selama ini ia pikul sudah sedikit berkurang setelah akhirnya bisa mengucapkan permintaan tersebut secara langsung.Begitu pintu tertutup, Nindy merosot duduk kembali ke kursi meja makan, kelelahan fisik dan emosional akhirnya benar-benar mengambil alih tubuhnya, dan Malik yang melihat kondisi tersebu
Last Updated : 2026-08-27 Read more