"Nasi goreng spesial buat suami yang balik kerja hari ini," jawab Nindy sambil menyerahkan piring itu ke meja makan. "Ayo duduk, keburu dingin."Malik duduk, mencicipi masakan itu dengan antusias. "Enak banget, Nindy. Kamu bakat jadi koki juga ternyata.""Nggak usah lebay," balas Nindy sambil tertawa, duduk di sebelahnya meski ia sendiri hanya makan roti gandum karena masih agak mual di pagi hari.Setelah sarapan selesai, Bi Inah menyiapkan bekal makan siang untuk Malik, memasukkannya ke dalam kotak bekal yang rapi. Nindy mengantar Malik sampai ke pintu depan, menyerahkan tas kerja beserta bekal itu."Jangan lupa makan siang tepat waktu, jangan sampai lupa waktu gara-gara sibuk periksa pasien," pesan Nindy sambil merapikan kerah kemeja Malik."Siap, Nyonya Sastrowardoyo," goda Malik sambil tersenyum, mengecup kening Nindy lembut. "Kamu juga jangan lupa istirahat cukup. Kalau ada apa-apa, telepon aku langsung.""Iya, iya. Sekarang cepetan berangkat, nanti telat," ucap Nindy sambil mend
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-15 Mehr lesen