Eleanor mengantar mereka bertiga sampai ke teras rumah tersebut. Sebelum Nindy benar-benar melangkah menuju mobil, Eleanor memeluknya erat, sebuah pelukan yang bertahan sedikit lebih lama dari yang wajar."Hati-hati di jalan, Nindy," bisik Eleanor di telinganya, suaranya bergetar. "Makasih udah dateng hari ini.""Sama-sama, Bu," jawab Nindy, membalas pelukan itu sambil menahan diri agar tidak bertanya lebih jauh.Sepanjang perjalanan mengantar Marni pulang, wanita tersebut terus bicara tanpa henti soal betapa besar rumah keluarga Sastrowardoyo itu, dan betapa sepinya suasana di dalamnya meski ukurannya begitu megah."Rumah segede itu, tapi cuma diisi satu orang aja sehari-hari," ucap Marni sambil menggelengkan kepala dari kursi belakang. "Aneh juga ya, biasanya keluarga kaya kayak gitu anaknya banyak, rumahnya rame terus.""Iya juga, ya," jawab Malik sekenanya, matanya tetap fokus ke jalanan di depannya."Kamu nggak pernah kepikiran, Malik? Kok Ibu kamu nggak nambah anak lagi waktu it
Last Updated : 2026-08-31 Read more