Nindy melengkungkan punggungnya sedikit membantu kausnya terlepas, mengeluarkan desahan pelan begitu bibir Malik menemukan area dada yang sensitif, hisapannya lembut, tidak tergesa.Tangan Nindy bergerak turun membuka kancing celana suaminya, gerakannya kali ini tenang, tidak gemetar seperti malam pertama mereka kembali setelah larangan Dokter Ratna dicabut.Malik membantu melepas sisa pakaian mereka berdua, memposisikan tubuhnya di antara kedua paha Nindy, dan kali ini gerakannya sudah tidak lagi tertahan seperti minggu-minggu sebelumnya, meski tetap dijaga dengan kelembutan yang sama."Pelan-pelan aja malem ini," ucap Nindy, tangannya meraih pinggang Malik, menariknya lebih dekat."Selalu," jawab Malik, masuk perlahan, menahan napasnya sejenak begitu tubuh mereka bertemu.Ritme yang terbentuk sesudahnya lambat, dalam, dan penuh jeda, setiap dorongan diiringi ciuman kecil di dahi atau di sudut bibir, seolah keduanya sedang berusaha menyimpan setiap detik itu selengkap mungkin. Kalung
Last Updated : 2026-09-21 Read more