Obrolan mereka berjalan lancar di ujung bangku itu, sesekali diselingi tawa kecil dari Sari, dan Malik mendengarkan dengan sungguh-sungguh, sama sekali tidak terburu memotong.Nindy dan Fajar bergeser berdiri beberapa langkah dari situ, dekat jendela, membiarkan Malik dan Sari punya ruang sendiri untuk mengobrol."Kamu tinggal di mana sekarang?" tanya Nindy, memulai dari hal paling aman yang bisa dia pikirkan."Kontrakan deket rumah sakit lama, Sari yang nyariin," jawab Fajar, menggaruk belakang lehernya. "Atapnya bocor di satu titik, tiap ujan gede pasti netes ke ruang tamu, udah taruh ember tapi masih aja meleset.""Udah dibenerin?""Belum, tiap kali mau manggil tukang, keburu terang lagi, jadi lupa," jawab Fajar, tertawa kecil.Nindy ikut tertawa. "Kamu masak sendiri sekarang?""Belajar," jawab Fajar, "walaupun masih sering gosong. Kemarin bikin telor dadar aja sampe item sebelah.""Sari makannya gimana?""Sari yang sabar banget," jawab Fajar, menoleh sekilas ke arah Sari yang masi
最終更新日 : 2026-09-27 続きを読む