Malik mengambil alih dan mengulek dengan tenaga penuh, sampai ulekan itu bergeser setengah jengkal ke tepi meja setiap kali dia menekan."Pelan, Malik, cobeknya nggak salah apa-apa," tegur Nindy, menahan ujung cobek dengan dua tangan."Kata bukunya harus halus," jawab Malik, terus mengulek.Ayam dimasak lebih dulu dengan bumbu rujak, dan dapur mulai berbau asam manis. Nindy mengaduk wajan, menaburkan garam dari toples, mencicipi, lalu berbalik mengurus kentang yang harus digoreng untuk sambal goreng. Sepuluh menit kemudian dia kembali ke wajan ayam, mengaduknya lagi, dan menaburkan garam sekali lagi."Kamu tadi udah masukin garam," ucap Malik dari belakang, suaranya ragu.Sendok garam di tangan Nindy berhenti di udara. Isinya sudah setengah jatuh ke wajan."Kapan?" tanya Nindy."Sebelum kamu goreng kentang. Aku liat kok," jawab Malik.Nindy mencicipi kuah ayam itu, dan wajahnya berubah. Dia membuka buku resep di halaman kedua, menyusuri pinggir halaman dengan jari, lalu berhenti di sa
Last Updated : 2026-09-30 Read more