"Nama itu udah keren. Ibu yang bikin resepnya," jawab Nindy, sambil memegangi perutnya yang sudah dua puluh dua minggu."Kamu duduk dulu, Dok. Dari tadi berdiri terus," ucap Malik, menarik kursi plastik ke dekat pintu."Kamu udah nyuruh aku duduk dua kali sebelum jam sembilan," balas Nindy, tetapi dia tetap duduk sambil tertawa.Di dalam, Bi Inah sudah memimpin dapur dengan suara galak yang sama seperti di unit dulu. Dia membuka setiap laci dan memeriksa setiap rak dengan teliti."Nin, rak ini kenapa tingginya nggak sama? Aku bisa naruh panci di bawah, tapi nanti pegal," ucap Bi Inah."Itu sengaja, Bi. Biar tangan Bibi nggak pegal naik turun," jawab Nindy sambil tertawa. Tukang yang memasang kompor salah meletakkan tabung gas, dan Bi Inah memukul pelan meja sambil memanggil pemiliknya."Mas, ini kompor kok ngadep tembok? Mau masak sambil lihat tembok?" tegur Bi Inah."Kan sesuai gambarnya, Bu," jawab tukang itu sambil menggaruk kepala."Gambarnya dibalik, Mas. Ibu aja tahu dari tempat
Last Updated : 2026-10-27 Read more