Malik mematikan sisa lampu dasbor mobilnya. Pria bertubuh tegap itu membuka pintu kendaraannya, lalu melangkah turun untuk berdiri saling berhadapan dengan Fajar di bawah bayang-bayang pohon mangga yang gelap.Fajar menyandarkan punggungnya pada tembok pagar beton. Laki-laki itu menundukkan kepalanya dalam-dalam menghadap ujung sepatunya sendiri, berusaha mengumpulkan sisa harga dirinya yang sudah hancur lebur malam ini."Aku bener-bener minta maaf soal kelakuan ibuku yang kasar tadi, Dok," ucap Fajar membuka percakapan dengan nada penuh penyesalan.Malik melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap lurus ke arah wajah Fajar tanpa memberikan penghakiman apa pun."Dan makasih banyak karena Dokter udah mikirin celah hukum buat nyelamatin karirku, sekaligus ngelindungin posisi Nindy lewat surat perjanjian itu," tambah Fajar dengan tulus."Aku ngelakuin ini murni karena kewajibanku sebagai pihak medis yang tahu kondisi asli istrimu, Fajar," balas Malik dengan wibawa bicaranya yang
Terakhir Diperbarui : 2026-07-24 Baca selengkapnya