Ruangan itu mendadak sunyi, begitu dingin hingga suara tetesan sisa gerimis di luar jendela terdengar seperti ketukan jarum.Isyana tidak menangis histeris. Air mata yang sempat menetes di pipinya mengering perlahan, digantikan oleh rasa kebas yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Pikirannya melayang mundur, memutar ulang sepuluh tahun kehidupannya yang ternyata dibangun di atas tumpukan bangkai dan tipu daya.Pernikahannya dengan Rehan baru berjalan satu tahun saat kecelakaan itu terjadi. Kala itu, Isyana mengenang Rehan sebagai sosok suami muda yang penuh perhatian, pria yang rela begadang di kantor divisi logistik keluarga Danubroto demi membuktikan baktinya kepada sang mertua. Saat kabar jatuhnya helikopter itu datang, Rehan pula yang pertama kali memeluknya, menangis di samping peti jenazah orang tuanya, dan dengan sukarela mengambil alih seluruh urusan kepolisian, asuransi, hingga pemakaman.Semua itu sandiwara."Dia... mendekatiku bukan karena cinta," suara Isyana keluar dengan
Last Updated : 2026-09-08 Read more