“Gak! Jangan sampai dia lihat aku. Kalau enggak, pasti dia akan meledekku habis-habisan.” Senja berbalik badan. Ia menuju pot besar yang ada di pojok ruangan dekat jendela.“Sumpah capek banget. Kamar yang aku pesan sudah sangat pas untuk party kita bertiga.”Bianka, Melati dan Desi. Ketiga gadis itu bahkan membicarakan tentang tas mahal yang baru mereka beli.Beruntung, ketiganya sama sekali tidak melihat Senja. Saat gadis itu masuk ke sebuah ruangan, Senja langsung lari menuju ke lift. Ia menekan tombol open berkali-kali, tidak sabaran.“Untung mereka gak lihat. Habis aku kalau mereka lihat aku dalam keadaan sembab dan berantakan seperti ini di tempat ini.”Senja menghubungi Bi Darsih untuk membantunya mengemas pakaian, tentu ia menanyakan terlebih dahulu, apakah Arsen di rumah? Ia senang, karena Arsen tak di rumah, saat Bibi itu bertanya, ke mana Senja akan pergi, Senja mengatakan akan menengok neneknya di kampung. Senja berharap, dengan menghilangnya untuk sementara ini, ia bisa
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya