“Hmm … sepertinya, tidak ada orang,” gumam Rosa.Rosa kembali menemui Parman dan Sudarma. Ia meminta mereka untuk lebih berhati-hati.“Ingat, berhati-hatilah, kalau ada yang mengetahui hal ini, jangan sekali-kali membawa namaku, paham?” ucap Rosa.Parman dan Sudarma mengangguk. Kemudian melangkah pergi meninggalkan Rosa.Sementara itu, Sania dan Arga masih bersembunyi. Pelukan yang tak lepas, serta tatapan yang terkunci di antara keduanya, membuat irama jantung mereka berpacu lebih cepat.“Gawat, perasaanku ….,” ucap Sania dalam batin.“Aku … kenapa, jantungku ….,” Arga menelan ludah.Langkah seseorang kembali terdengar. Arga dan Sania terkesiap, pelukan Arga kian erat, hingga setelah beberapa saat, keadaan mulai terasa aman. Arga melihat keadaan sekitar dengan hati-hati, tak ada siapa pun di dapur.“Sudah aman,” ucap Arga.“Syukurlah.” Sania bernapas lega, tanpa sadar ia menyandarkan kepalanya ke dada
Última atualização : 2026-10-09 Ler mais