Arga dan Kenanga masih bersembunyi di balik pohon besar. Arga merasakan perih di tangannya, ia tak sadar, ketika mencoba melawan pria bertopeng tadi, tangannya sempat tergores. Darah segar menetes di lengannya.Kenanga menoleh dan melihat wajah pucat Arga. Matanya beralih pada tangan Arga yang terluka, Kenanga terbelalak.“Ya ampun, Ar. Tanganmu!” seru Kenanga. “Gapapa, aman kok,” ucap Arga menahan perih.Arga memejamkan matanya, enggan melihat tangannya yang terluka. Arga memiliki ketakutan ketika melihat darah, saat melihat darah, ia akan teringat tentang traumanya, dan Kenanga tahu hal itu.Kenanga mengeluarkan kotak p3k di dalam tasnya, dengan telaten ia membersihkan luka di tangan Arga dengan cairan NaCl dan membalutnya dengan kasa steril. Kenanga memperhatikan Arga, pria di hadapannya ini terlalu rapuh, dibalik sifatnya yang dewasa, Arga menyimpan kerapuhan.“Sudah ku obati, Ar,” ucap Kenanga.“Than
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-05 Mehr lesen