Rosa terdiam beberapa saat, lalu tersenyum tipis. Apa yang telah ia lakukan, tak ada satu orangpun yang boleh mengetahuinya.“Iya, aku memang ada di sana,” ucap Rosa.“Apa kamu melihat seseorang?” tanya Damar.“Tidak,” Rosa menggeleng pelan.“Sedang apa kamu di sana?” tanya Kenanga.“Hanya berkeliling, melihat-lihat halaman belakang villa. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kamu menuduhku? Ayolah, untuk apa aku melalukan hal seperti itu, sedangkan aku juga bagian dari tim ini. Kesalahan yang kamu buat, jangan kamu limpahkan pada orang lain,” papar Rosa.“Aku hanya bertanya, tak lebih dari itu,” jawab Kenanga.Sania menghela napas panjang. Firasatnya masih menaruh curiga pada Rosa, meskipun ada satu petunjuk, namun tak ada bukti nyata bahwa Rosa pelakunya.Sementara Damar berusaha untuk tenang. Tak ada cctv di sini, jadi sangat tidak memungkinkan mencari tau lebih dalam lagi, tapi ada satu hal yang terlintas di be
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-15 Mehr lesen